Saat ini Tuhanmu Menghadap ke Arah Mana?

Muslimedianews.com ~ Suatu ketika, al-Imam Abu Hanifah an-Nu’man di datangi sekelompok orang yang tidak meyakini adanya Tuhan. Mereka mendatangi beliau dengan maksud hendak mengajak beliau untuk berdebat.

“Sejak kapan Tuhanmu ada?”, tanya salah seorang atheis.

“Allah Ada sebelum adanya sejarah dan waktu, Dia ada tanpa ada permulaan”, Jawab Imam Abu Hanifah.

Beliau melanjutkan; “Apa yang ada sebelum empat?”.

“tiga”, jawab mereka.

“Apa sebelum tiga?”.

“dua”, jawab mereka.

“apa sebelum dua?”.

Ketika Al-Habib Umar Bin Hafidz BSA Lebih Memilih Janda

Muslimedianews ~ Dikisahkan bahwa ketika al-Habib Umar bin Hafidz telah berusia 25 tahun dan sudah siap untuk menikah, Sang Guru yaitu al-Imam al-Habib Muhammad bin Abdullah al-Haddar pun memberikan tawaran kepada al-Habib Umar untuk menikah dengan salah satu putrinya.

Al-Habib Umar pun disuruh untuk memilih salah satu di antara dua putri Sang Guru. Pilihan pertama adalah putri beliau yang masih muda dan perawan. Dan pilihan kedua adalah putri beliau yang sudah berstatus janda. Tanpa pikir panjang, al-Habib Umar pun memilih putri gurunya itu yang sudah berstatus janda.

Ketika Sang Guru menanyakan apa yang menyebabkannya menentukan pilihan itu,

Rodja TV Takut Dengan Ust Muhammad Idrus Ramli

Muslimedianews.com ~  Belakangan ini jejaring sosial ramai soal ustadz Wahhabi bernama Firanda Andirja yang menyatakan kesiapannya untuk berdialog dengan ustadz Aswaja. (Baca: Firanda Andirja (Ustadz Wahhabi) Nyatakan Siap Dialog dengan Ustadz Aswaja dan baca juga :  Lanjut Firanda Versus Aswaja, Firanda Sewot Menuduh Ust Idrus Ramli Berdusta).

Bersedia Dialog, Asal Bukan Dengan Ust. Idrus Ramli
Ada sebuah kabar menarik terkait dengan Rodja TV dan pihak Aswaja. Menurut sumber yang dapat dipercaya, pada mulanya Rodja TV telah bersedia berdialog terbuka dengan pihak Aswaja, tapi mereka mengatakan asalkan bukan Ustadz Muhammad Idrus Ramli yang mewakili Aswaja.

Saat itu, ketika Rodja TV mengetahui kabar bahwa yang mewakili Aswaja adalah Ust Muhammad Idrus Ramli, maka Salafy-Wahhabi pun saling melempar sesama mereka untuk berhadapan dengan Ust. Idrus Ramli hingga tidak ada kejelasan mengenai hal tersebut. Terus berlarut-larut hingga saat ini.

Akhlak Seorang Ulama Terhadap yang Munyusahkan dan Memusuhinya

Muslimedianews ~ Dikisahkan oleh salah seorang guru kami, al-‘Allamah al-Habib Muhammad bin Alwi bin Shahab di masa penjajahan komunis terhadap Yaman, ada seorang yang bertugas membantu komunis yang sangat jahat kepada beliau. Sengaja selalu menyusahkan al-Habib Muhammad bin Alwi bin Shihab. Beliau disuruh olehnya menjadi tahanan kota, harus melapor setiap har. Kalau sudah lapor harus tulis dan ambil buku sendiri, semuanya serba dipersulit. Hingga akhirnya si petugas komunis tersebut jatuh sakit parah sampainya akhirnya wafat dan meninggal dunia.

Saudara dari petugas yang membantu komunis berpikir seraya bergumam: “Maunya saya sih yang menshalati jenazahnya adalah al-Habib Muhammad bin Alwi bin Shahab, tapi saya tahu nih, saya punya saudara sangat jahat sekali kepada al-Habib Muhammad bin Alwi. Apa al-Habib Muhammad bin Alwi mau?”

Maka datanglah ia ke rumah al-Habib Muhammad bin Alwi. Tatkala ia sampai di rumah al-Habib Muhammad bin Alwi ia ditanya:  “Wahai fulan, tidak biasanya engkau datang, apakah ada sesuatu yang terjadi?”

“Wahai Habib, saya punya saudara, kakak saya (si pengganggu itu) meninggal dunia. Saya memohon engkau untuk berkenan menshalatkannya.” Jawabnya.

“Ooh. Baik saya akan menshalatkannya. Dan bukan itu saja, saya akan datang ke rumahnya dulu untuk menshalatkan jenazahnya. Baru setelah itu mari sama-sama pergi untuk menshalatkannya di masjid.” Ucap al-Habib Muhammad bin Alwi.

Baru kali ini didengar olehnya jawaban sebegitu indah dari al-Habib Muhammad bin Alwi ini, padahal sebelumnya ia mengira al-Habib Muhammad tak akan berucap seperti itu. Baru saja ia akan berkata-kata, al-Habib Muhammad mendahului: “Stop, tunggu dulu sebentar!”

Lalu beliau masuk ke dalam untuk mengambil uang. Al-Habib Muhammad bin Alwi berkata kepadanya: “Ini uang, mungkin di rumah tidak ada apa-apa untuk mengurusi jenazahnya. Ini uang dari saya untuk membantu.”

Coba lihat, tidak ada kesombongan, tidak ada ujub, tidak ada kebencian dan tidak ada sedikitpun sifat hasud di hati al-Habib Muhammad bin Alwi bin Shahab. (Kutipan taushiyah al-Habib Umar bin Hafidz yang diterjemahkan oleh al-Habib Jindan bin Novel bin Jindan).

Ket. foto: Al-Habib Abdullah bin Muhammad bin Alwi bin Shahab bersama Al-Habib Umar bin Hafidz.

Sya’roni As-Samfuriy, Cilangkap Jaktim 10 Desember 2013

Muslimedianews ~ Syaikh Hasan Jabar, beliau adalah guru besar, dosen tafsir dan ilmu Tafsir di Universitas al-Azhar serta pengajar di Masjid al-Azhar.

Syaikh Hasan Jabar pada kuliahnya di Masjid al-Azhar hari Ahad kemarin memberikan penjelasan yang ciamik perihal bacaan al-Quran yang dihadiahkan kepada mayyit. Berikut percakapan beliau dengan kami para muridnya.

Syaikh Hasan Jabar: “Semua orang mati itu dikatakan mayyit kan? Baik yang sudah dikubur maupun yang hendak dikubur?”

Kami: “Iya, Syaikh.”

Syaikh Hasan Jabar: “Bukankah Rasulullah Saw. melakukan shalat Jenazah?”

Kami: “Iya, Rasulullah Saw. melakukannya.”

Syaikh Hasan Jabar: “Takbir pertama saat shalat Jenazah, apa yang dibaca?”


Para Sahabat Ngalap Berkah Agar Makanannya Didoakan Rasulullah SAW, Kenapa Gak Doa Langsung Saja Doa Sendiri Kepada Allah?

Abu Hurairah berkata, "Saat perang Tabuk, tentara muslimin mengalami kelaparan. 
'Wahai Rasulullah, sekiranya tuan izinkan kami untuk menyembelih unta kami, sehingga kami bisa memakan dagingnya dan menggunakan lemaknya sebagai minyak (melapisi kulit, untuk menjaga dari terik panas)? ' Rasulullah SAW menjawab: 'Lakukanlah.' 
Abu Hurairah berkata, "Lalu datanglah Umar seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, jika itu engkau lakukan, maka (kendaraan) punggung unta akan habis! sebaiknya engkau minta sisa makanan mereka yang masih ada kemudian tuan doakan, semoga Allah memberikan keberkahan padanya.' 
Rasulullah SAW lalu bersabda: "Baiklah." Kemudian beliau minta hamparan (terbuat dari kulit), setelah menggelarnya, beliau meminta sisa-sisa makanan mereka yang masih tersisa." 
Abu Hurairah melanjutkan, "Lalu ada seorang laki-laki yang datang dengan

Kementrian Agama Mesir Cabut Izin 55.000 Imam Masjid Wahabi

8201313154950
Mosleminfo, Kairo— Pasca lengsernya mantan presiden Mesir Mohamed Morsi, peran Al-Azhar kembali diaktifkan. Selama pemerintahan Morsi para ulama Al-Azhar dimandulkan, sehingga sektor-sektor keagamaan yang selama ini selalu di bawah kontrol Al-Azhar, dikendalikan oleh kalangan Ikhwanul Muslimin dan Salafi. Demi merealisasikan Islam yang moderat di Mesir, Kementerian Agama Mesir secara cermat akan melakukan pemilihan para imam di masjid-masjid Mesir. Kemenag tidak akan memberi izin para imam yang tidak berafiliasi kepada Al-Azhar yang merupakan simbol dan institusi agama Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai moderat di dalam Islam.
Dr. Mohamed Mokhtar Gomah, Menteri Agama Mesir, telah mengumumkan pencabutan lisensi lebih dari 55.000 imam yang digaji oleh Kementerian. Lisensi para imam akan dianggap kadaluarsa jika tidak diperbarui dua bulan sejak tanggal penerimaannya. Menag juga mengumumkan larangan untuk shalat Jumat melainkan di masjid agung. Shalat Jumat dilarang untuk dilaksanakan di masjid-masjid kecil.
“Masjid yang ukurannya kurang dari 80 meter tidak boleh digunakan untuk menunaikan shalat Jumat, kecuali setelah mendapatkan lisensi resmi dari perwakilan Kementerian,” tegas Gomah.
“Pembaruan lisensi dilakukan dengan cara mengajukan permohonan pembaruan dengan menyerahkan lisensi asli sebelumnya dan fotokopi ijazah Al-Azhar atau sekolahan Islam yang berada di bawah naungan Kementerian Agama yang jumlahnya mencapai 19 sekolahan,” tambah Gomah dalam jumpa pers hari Senin (9/9) kemarin sebagaimana dilansir oleh harian masyriyoum.
Gomah juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengakui ijazah sekolahan yang tidak patuh kepada Kementerian dalam pemilihan kepala sekolah dan guru-gurunya, serta tidak mau menggunakan kurikulum Kementerian dan buku-buku yang diterbitkannya.
Redaktur: Abdullah @http://www.mosleminfo.com/