Di bawah pohon tempat dahulu Nabi Musa beristirahat setelah dikejar-kejar tentara fir'aun, Jibril memerintahkan Rasulullah SAW untuk melakukan shalat, dan Rasulullah SAW pun shalat.
Di gunung Thursina tempat Nabi Musa bercakap menerima kalam Allah, Jibril memerintahkan Rasulullah SAW untuk melakukan shalat, dan Rasulullah SAW pun shalat.
Di Baitul-Lahmi tempat Nabi Isa dilahirkan, Jibril memerintahkan Rasulullah SAW untuk melakukan shalat, dan Rasulullah SAW pun shalat.
-kutipan perjalanan isra' dari Masjid Al-Haram menuju Masjid Al-Aqsha -
by Habib Ahmad Bin Nauvel Bin Salim Bin Jindan, Majelis Rasulullah SAW
=======================================
Aqidah Ahlussunnah Wal Jama'ah = Mendatangi tempat-tempat yang pernah ditempati/didatangi oleh orang shaleh (bekas orang shaleh), kemudian beribadah dan berdoa disitu adalah sangat dianjurkan, sebagaimana Allah telah mengutus Jibril dan memerintahkan Rasulullah SAW untuk Shalat di tempat yang pernah menjadi tempat Nabi Musa dan Nabi Isa, padahal Nabi Muhammad SAW adalah paling mulianya Nabi dan Utusan Allah.
Yang seperti ini sering disebut Tabarruk atau Ngalap Berkah.
Namun sekte "firqah wahabi" sangat tidak suka dengan kebiasaan seperti itu, sehingga banyak tempat-tempat yang pernah dikunjungi orang shaleh yang dihancurkan. bahkan Gua Uhud yang pernah menjadi tempat istirahat dan persembunyian Rasulullah SAW dijadikan tempat pembuangan kotoran oleh mereka.
Gua Uhud Tetap Wangi Walaupun dijadikan Tempat Pembuangan Kotoran oleh Firqah Wahabi
Seorang Muslim Yang Belajar Islam Langsung Dari Al-Qur'an Dan Hadits Pastilah Seorang Ahli Bid'ah Sayyi'ah. Sebab Rasulullah Telah Berwasiat untuk Berpegang Teguh Pada Alqur-an dan As-Sunnah Dengan Mengikuti Pemahaman Para Sahabat, Tabi'in, Tabi'ittabi'in. Bukan Pemahaman Diri Sendiri. Dan Beruntunglah Yang Bermadzhab Hanafi, Maliki, dan Syafi'i Yang Merupakan Imam Dari Kalangan Tabi'in dan Tabi'ittabi'in
Showing posts with label Tabarruk. Show all posts
Showing posts with label Tabarruk. Show all posts
Tabarruk Dengan Makam Orang Shalih Dalam Madzhab Hanbali
سَأَلْتُهُ عَنِ الرَّجُلِ يَمَسُّ مِنْبَرَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم
وَيَتَبَرَّكُ بِمَسِّهِ وَيُقَبِّلُهُ وَيَفْعَلُ بِالْقَبْرِ مِثْلَ
ذَلِكَ أَوْ نَحْوَ هَذَا يُرِيْدُ بِذَلِكَ التَّقَرُّبَ إِلىَ اللهِ
جَلَّ وَعَزَّ فَقَالَ : لاَ بَأْسَ بِذَلِكَ
(3243) Aku bertanya kepada ayahanda, al-Imam Ahmad bin Hanbal, tentang seorang laki-laki mengusap mimbar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bermaksud tabarruk dengan mengusapnya itu, ia mencium mimbar itu, dan melakukan hal yang sama terhadap makam Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam atau yang seperti itu dengan maksud ber-taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah - jalla wa ‘azza. Beliau menjawab: “Boleh/tidak apa”. (Al-Imam Ahmad bin Hanbal, al-‘Ilal wa Ma’rifah al-Rijal, juz 2 halaman 492).
Meskipun Imam Ahmad membolehkan, namun sebagian mereka yang mengklaim sebagai pengikut Madzhab Imam Ahmad (madzhab resmi saudi arabia) tetap tidak setuju. Mereka menggunakan akal pikirannya sendiri.
Ulama' panutan Wahabi seperti Ibnu Taimiyah dan Bin Bazz mengkafirkan orang yang yang bertabarruk.
---------------------
bacaan kitab online:
dikutip dari:
Para Sahabat Ngalap Berkah Agar Makanannya Didoakan Rasulullah SAW, Kenapa Gak Doa Langsung Saja Doa Sendiri Kepada Allah?
Abu Hurairah berkata, "Saat perang Tabuk, tentara muslimin mengalami kelaparan.
'Wahai Rasulullah, sekiranya tuan izinkan kami untuk menyembelih unta kami, sehingga kami bisa memakan dagingnya dan menggunakan lemaknya sebagai minyak (melapisi kulit, untuk menjaga dari terik panas)? ' Rasulullah SAW menjawab: 'Lakukanlah.'
Abu Hurairah berkata, "Lalu datanglah Umar seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, jika itu engkau lakukan, maka (kendaraan) punggung unta akan habis! sebaiknya engkau minta sisa makanan mereka yang masih ada kemudian tuan doakan, semoga Allah memberikan keberkahan padanya.'
Rasulullah SAW lalu bersabda: "Baiklah." Kemudian beliau minta hamparan (terbuat dari kulit), setelah menggelarnya, beliau meminta sisa-sisa makanan mereka yang masih tersisa."
Abu Hurairah melanjutkan, "Lalu ada seorang laki-laki yang datang dengan
Ngalap Berkah Dengan Berkunjung ke Saudara Sesama Muslim (ibnu majah 1432)
Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah berkata, telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Al Hakam dari 'Abdurrahman bin Abu Laila dari Ali ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mengunjungi saudaranya sesama muslim maka seakan ia berjalan di bawah pepohonan surga hingga ia duduk, jika telah duduk maka rahmat akan melingkupinya. Jika mengunjunginya di waktu pagi, maka tujuh puluh ribu malaikat akan bershalawat kepadanya hingga sore hari, dan jika ia mengunjunginya di waktu sore, maka tujuh puluh ribu malaikat akan bershalawat kepadanya hingga pagi hari. " (Sunan Ibnu Majah 1432)
Ngalap Berkah Yang Bagus di Pagi Hari
Rasulullah SAW berdoa: "ALLAHUMMA BAARIK LI UMMATII FII BUKUURIHAA (Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada ummatku pada waktu pagi buta." Rasulullah SAW jika mengutus ekspedisi atau pasukan, beliau mengutus mereka pada waktu pagi hari.
Shakhr adalah seorang pedagang, jika ia mengirim barang dagangan, ia mengirimnya pada pagi hari, lalu ia meraih keuntungan dan bertambah banyak hartanya. Ia mengatakan; Dalam hal ini ada hadits serupa dari Ali, Ibnu Mas'ud, Buraidah, Anas, Ibnu Umar, Ibnu Abbas dan Jabir. Abu Isa berkata; Hadits Shakhr Al Ghamidi adalah hadits hasan dan kami tidak mengetahui hadits Shakhr Al Ghamidi dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam selain hadits ini dan Sufyan Ats Tsauri meriwayatkan hadits ini dari Syu'bah dari Ya'la bin 'Atha`.
Ngalap Berkah Dengan Mendoakan Saudara: Agar Malaikat Mendoakan Kita
Rasulullah SAW berkata: "Barangsiapa yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) yang tidak berada didekatnya, melainkan malaikat akan berkata; 'Amiin dan bagimu kebaikan yang sama.' Shahih Muslim 4913
حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ سَرْوَانَ الْمُعَلِّمُ حَدَّثَنِي طَلْحَةُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ كَرِيزٍ قَالَ حَدَّثَتْنِي أُمُّ الدَّرْدَاءِ قَالَتْ حَدَّثَنِي سَيِّدِي أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ دَعَا لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ
Ngalap Berkah Dengan Duduk Ditempat Shalat Agar Para Malaikat Bershalawat Mendoakan Ampunan dan Rahmat Allah Kepada Kita
خْبَرَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمَلَائِكَةَ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ الَّذِي صَلَّى فِيهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ
Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah dari Malik dari Abu Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW telah berkata: "Para malaikat bershalawat (mendoakan) kepada kalian, selama masih di tempat shalatnya, selama belum hadats/batal wudlu. dengan doa, 'Ya Allah, ampuni dan rahmatilah dia '."أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمَلَائِكَةَ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ الَّذِي صَلَّى فِيهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ
Sunan Nasa'i 725
Terampuninya Dosa Dengan Ngalap Berkah Ucapan Amin (Shahih Bukhari 740)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا قَالَ الْإِمَامُ
{ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ }
فَقُولُوا آمِينَ فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلَ الْمَلَائِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
تَابَعَهُ مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنُعَيْمٌ الْمُجْمِرُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
{ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ }
فَقُولُوا آمِينَ فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلَ الْمَلَائِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
تَابَعَهُ مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنُعَيْمٌ الْمُجْمِرُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
Rasulullah SAW berkata: "Jika Imam (membaca surah fatihah) telah membaca GHAIRIL MAGHDLUUBI 'ALAIHIM WALADL DLAALLIIN, maka ucapkanlah 'AMIIN'. Karena siapa yang ucapan 'AMIIN' nya bersamaan dengan 'AMIIN' nya para Malaikat, maka terampuni dosa-dosanya yang telah lalu.."
Ngalap Berkah Dengan Berdiri di Shaf / Barisan Pertama: Agar Allah dan Para Malaikat Bershalawat Untuk Kita
Rasulullah SAW berkata "Sesungguhnya Allah dan para malaikat bershalawat mendoakan shaf pertama." Mereka bertanya; Dan shaf kedua Ya Rasulullah? Rasulullah SAW berkata; " Sesungguhnya Allah dan para malaikat bershalawat mendoakan shaf pertama." Mereka terus bertanya; Dan Bagaimana dengan shaf kedua Rasulallah? Rasulullah SAW berkata "Dan juga atas shaf kedua. Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam bersabda; "Luruskan shaf-shaf kalian, ratakan pundak-pundak kalian, bersikaplah lembut pada tangan-tangan saudara kalian dan tutuplah celah karena sesungguhnya setan menyela diantara kalian seperti anak-anak domba kecil.
(Musnad Imam Ahmad 21233)
(Musnad Imam Ahmad 21233)
َدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا فَرَجٌ حَدَّثَنَا لُقْمَانُ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الصَّفِّ الْأَوَّلِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَعَلَى الثَّانِي قَالَ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الصَّفِّ الْأَوَّلِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَعَلَى الثَّانِي قَالَ وَعَلَى الثَّانِي قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَوُّوا صُفُوفَكُمْ وَحَاذُوا بَيْنَ مَنَاكِبِكُمْ وَلِينُوا فِي أَيْدِي إِخْوَانِكُمْ وَسُدُّوا الْخَلَلَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ بَيْنَكُمْ بِمَنْزِلَةِ الْحَذَفِ يَعْنِي أَوْلَادَ الضَّأْنِ الصِّغَارَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الصَّفِّ الْأَوَّلِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَعَلَى الثَّانِي قَالَ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الصَّفِّ الْأَوَّلِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَعَلَى الثَّانِي قَالَ وَعَلَى الثَّانِي قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَوُّوا صُفُوفَكُمْ وَحَاذُوا بَيْنَ مَنَاكِبِكُمْ وَلِينُوا فِي أَيْدِي إِخْوَانِكُمْ وَسُدُّوا الْخَلَلَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ بَيْنَكُمْ بِمَنْزِلَةِ الْحَذَفِ يَعْنِي أَوْلَادَ الضَّأْنِ الصِّغَارَ
Ngalap Berkah Dengan Berkumpul Dengan Jama'ah Majelis Dzikir (Hadits Shahih Muslim No. 4854, Shahih Bukhari No. 5929, Sunan Tirmidzi No. 3300, 3301, 3524, Sunan Ibnu Majah No. 3781)
Allah
berfirman: 'Ketahuilah hai para malaikat-Ku, sesungguhnya Aku telah mengampuni
mereka yang berkumpul dalam majelis dzikir, memberikan apa yang mereka minta,
dan melindungi mereka dari neraka.'
Para malaikat
berkata; 'Ya Allah, di dalam majelis mereka
itu ada seseorang yang berdosa dan kebetulan hanya numpang lewat lalu duduk
bersama mereka.'
Allah menjawab: 'Ketahuilah bahwa sesungguhnya Aku
akan mengampuni orang tersebut. Sesungguhnya mereka itu adalah suatu kaum, yang
teman duduknya tidak akan celaka sebab mereka.'
Ngalap Berkah: Ketika Para Sahabat Berebutan Air Bekas Wudu' Rasulullah SAW, Bahkan Rasulullah SAW Menyuruh Meminumnya
حَدَّثَنَا آدَمُ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ
حَدَّثَنَا الْحَكَمُ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا جُحَيْفَةَ يَقُولُ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْهَاجِرَةِ فَأُتِيَ بِوَضُوءٍ فَتَوَضَّأَ فَجَعَلَ
النَّاسُ يَأْخُذُونَ مِنْ فَضْلِ وَضُوئِهِ فَيَتَمَسَّحُونَ بِهِ فَصَلَّى
النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الظُّهْرَ رَكْعَتَيْنِ وَالْعَصْرَ رَكْعَتَيْنِ وَبَيْنَ يَدَيْهِ عَنَزَةٌ وَقَالَ أَبُو مُوسَى دَعَا النَّبِيُّ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَدَحٍ فِيهِ مَاءٌ فَغَسَلَ يَدَيْهِ وَوَجْهَهُ
فِيهِ وَمَجَّ فِيهِ ثُمَّ قَالَ لَهُمَا اشْرَبَا مِنْهُ وَأَفْرِغَا عَلَى
وُجُوهِكُمَا وَنُحُورِكُمَا
Telah menceritakan kepada kami
Adam berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah berkata, telah
menceritakan kepada kami Al Hakam berkata, aku pernah mendengar Abu Juhaifah
berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah keluar mendatangi
kami di waktu tengah hari yang panas. Beliau lalu diberi air wudlu hingga
beliau pun berwudlu, orang-orang lalu mengambil sisa air wudlu beliau seraya
mengusap-ngusapkannya. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shalat Dhuhur
dua rakaat dan 'ashar dua rakaat sedang di depannya diletakkan tombak
kecil." Abu Musa berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meminta
bejana berisi air, beliau lalu membasuh kedua tangan dan mukanya di dalamnya,
lalu menyentuh air untuk memberkahinya seraya berkata kepada keduanya (Abu Musa
dan Bilal): "Minumlah darinya dan usapkanlah pada wajah dan leher kalian
Ngalap Berkah: Bahkan Kepada Seorang Munafik Rasulullah SAW Masih Memberikan Berkah Dengan Baju Gamis dan Ludah Beliau (Shahih Bukhari 1191)
Abdullah bin Abdullah bin Ubay
adalah anak dari tokoh munafik, Abdullah bin Ubay, yang memeluk Islam dan
menjadi salah satu sahabat pilihan yang shalih. Sebelum kedatangan Nabi SAW ke
Madinah, ayahnya, Abdullah bin Ubay hampir diangkat jadi raja Madinah, kemudian
gagal karena kebanyakan penduduknya memeluk Islam dan menjadikan Nabi SAW
sebagai tokoh sentralnya, karena itulah ia begitu membenci Nabi SAW walau pada
lahirnya ia beragama Islam juga.
Ketika Rasulullah SAW mendengar pimpinan Banu Musthaliq, Al Harits bin Abu Dhirar menghimpun pasukan untuk memerangi kaum muslimin, Beliau menyusun pasukan dan segera berangkat ke tempat Banu Musthaliq. Dalam pasukan yang dipimpin sendiri oleh Nabi ini ikut juga
Salah Satu Cara Mengobati Santet Gaya Sahabat = Ngalap Berkah Dengan Rambut Rasulullah SAW (Shahih Bukhari, No. 5446)
حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَوْهَبٍ قَالَ أَرْسَلَنِي أَهْلِي إِلَى أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَدَحٍ مِنْ مَاءٍ وَقَبَضَ إِسْرَائِيلُ ثَلَاثَ أَصَابِعَ مِنْ قُصَّةٍ فِيهِ شَعَرٌ مِنْ شَعَرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ إِذَا أَصَابَ الْإِنْسَانَ عَيْنٌ أَوْ شَيْءٌ بَعَثَ إِلَيْهَا مِخْضَبَهُ فَاطَّلَعْتُ فِي الْجُلْجُلِ فَرَأَيْتُ شَعَرَاتٍ حُمْرًا
Telah menceritakan kepada kami Malik bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Isra`il dari Utsman bin Abdullah bin Mauhab berkata; "Keluargaku pernah menyuruhku menemui Ummu Salamah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan membawa mangkuk berisi air, sementara Isra'il memegang mangkuk tersebut menggunakan tiga jarinya yang didalamnya terdapat beberapa helai rambut Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang diikat, apabila ada seseorang yang terkena sihir atau sesuatu, maka tempat mewarnai rambut beliau diberikan kepada Ummu Salamah, aku melihat ke wadah yang menyerupai lonceng, aku melihat rambut-rambut beliau merah."
Ketika Rasulullah Bagi-Bagi Rambut Beliau Kepada Para Sahabatnya, Mengajarkan Ngalap Berkah
Lalu tukang cukur itu pun mencukur rambut Rasulullah SAW yang sebelah kanan dan kemudian beliau membagikannya kepada orang yang berada di dekatnya. Setelah itu, rambut yang sebelahnya lagi, kemudian beliau bertanya, "Mana Abu Thalhah?" maka beliau pun memberikan rambut itu padanya
و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَمَى جَمْرَةَ الْعَقَبَةِ ثُمَّ انْصَرَفَ إِلَى الْبُدْنِ فَنَحَرَهَا وَالْحَجَّامُ جَالِسٌ وَقَالَ بِيَدِهِ عَنْ رَأْسِهِ فَحَلَقَ شِقَّهُ الْأَيْمَنَ فَقَسَمَهُ فِيمَنْ يَلِيهِ ثُمَّ قَالَ احْلِقْ الشِّقَّ الْآخَرَ فَقَالَ أَيْنَ أَبُو طَلْحَةَ فَأَعْطَاهُ إِيَّاهُ
Dan Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna Telah menceritakan kepada kami Abdul A'la Telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Muhammad dari Anas bin Malik bahwasanya; Setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melempar Jamratul 'Aqabah, beliau langsung bergegas menuju Unta (hewan kurbannya) dan menyembelihnya. Sementarara tukang bekam sedang duduk di sekitar itu. Maka beliau memberi isyarat dengan tangannya ke arah kepala (agar ia mencukurnya). Lalu tukang cukur itu pun mencukur rambut beliau yang sebelah kanan dan kemudian beliau membagikannya kepada orang yang berada di dekatnya. Setelah itu, rambut yang
Pentingnya Minta Doa Kepada Orang-orang Shalih: Ketika Khalifah Umar Bin Khattab 'ngemis' Doa Kepada Orang Shalih, Padahal Khalifah Umar Sudah Dijamin Masuk Surga Oleh Rasulullah SAW (Shahih Muslim 4612, 4613)
"Ketika Khalifah Umar bin Khaththab RA didatangi oleh rombongan orang-orang Yaman, ia selalu bertanya kepada mereka; 'Apakah Uwais bin Amir dalam rombongan kalian? ' Hingga pada suatu hari, Khalifah Umar bin Khaththab bertemu dengan Uwais seraya bertanya; 'Apakah kamu Uwais bin Amir? ' Uwais menjawab; 'Ya. Benar saya adalah Uwais.' Khalifah Umar bertanya lagi; 'Kamu berasal dari Murad dan kemudian dan Qaran? ' Uwais menjawab; 'Ya benar.' Selanjutnya Khalifah Umar bertanya lagi; 'Apakah kamu pernah terserang penyakit kusta lalu sembuh kecuali tinggal sebesar mata uang dirham pada dirimu? ' Uwais menjawab; 'Ya benar.' Khalifah Umar bertanya lagi; 'Apakah ibumu masih ada? ' Uwais menjawab; 'Ya, ibu saya masih ada.' Khalifah Umar bin Khaththab berkata; 'Hai Uwais, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Uwais bin Amir akan datang kepadamu bersama rombongan orang-orang Yaman yang berasal dari Murad kemudian dari Qaran. Ia pernah terserang penyakit kusta lalu sembuh kecuali tinggal sebesar uang dirham. Ibunya masih hidup dan ia selalu berbakti kepadanya. Kalau ia bersumpah atas nama Allah maka akan dikabulkan sumpahnya itu, maka jika kamu dapat memohon agar dia memohonkan ampunan untuk kalian, lakukanlah! ' Oleh karena itu hai Uwais, mohonkanlah ampunan untukku! ' Lalu Uwais pun memohonkan ampunan untuk Umar bin Khaththab.
Bilal Bin Harits, Sahabat Rasulullah SAW Yang Dikafirkan Oleh Wahabi (Tanduk Setan)
Di dalam kitab Fathu Al-Bari syarah Shohih Bukhori yang dikarang oleh
seorang ulama ahli hadits yaitu Syaikh Ibnu Hajar juz 2 halaman 577
menyebutkan sebuah hadits berikut ini :
وروى إبن أبي شيبة بإسناد صحيح ، من رواية أبي صالح السمان ، عن مالك
الداري وكان خازن عمر قال : أصاب الناس قحط في زمن عمر فجاء رجل إلى قبر
النبي (ص) فقال : يا رسول الله إستسق لأمتك فإنهم قد هلكوا ، فأتى الرجل في
المنام فقيل له : إئت عمر. وقد روى سيف في الفتوح أن الذي رأى المنام المذكور هو بلال بن الحارث المزني أحد الصحابة .
Diwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang shohih dari Abu
Salih as-Saman dari Malik ad-Dar –seorang bendahara Umar–. yang ber-
kata: “Masyarakat mengalami paceklik pada zaman (kekhalifahan) Umar.
Lantas seseorang datang kemakam Nabi saw. seraya berkata: ‘Ya Rasulullah
mohonkan (kepada Allah swt) hujan untuk umatmu, karena mereka hendak
binasa’. Kemudian didalam tidur bermimpi datanglah seseorang dan berkata
kepadanya: ‘Datangilah Umar’! Saif juga meriwayatkan hal tersebut dalam
kitab al-Futuh ; Sesungguhnya lelaki yang bermimpi tadi adalah Bilal
bin al-Harits al-Muzni , salah seorang sahabat.” ( Lihat: Kitab Fathul
Bari 2/577)Tabarruk Ngalap Berkah adalah Ajaran Rasulullah
TABARRUK / NGALAP BERKAH adalah istilah yang digunakan
oleh sebagian besar ummat islam guna menyebut perbuatan yang bertujuan
mencari/mengharap “Barokah/bertambahnya kebajikan” dari Allah melalui
obyek-obyek yang diyakini sebagai obyek yang dikehendaki oleh Allah
untuk beroleh keberkahan dari-Nya. Adapun obyek/perkara yang dijadikan
sebagai sarana mencari berkah dari Allah kadang berupa Para Nabi dan
orang-orang sholih atau berupa Benda peninggalan para Nabi atau
orang-orang sholih, dan terkadang berupa tempat yang pernah dipergunakan
oleh para Nabi atau orang-orang sholih dalam beribadah kepada Allah. Sehingga dapat dikatakan Tabarruk adalah bentuk lain dari Tawassul.
Sebelum kami kemukakan dalil-dalil yang menjadi dasar/sandaran ummat Islam dalam ber-Tabarruk, perlu kiranya kami tegaskin disini tentang keyakinan kami ketika ber-Tabarruk :
Pertama : Bertabarruk dengan perantara orang-orang sholih, karena kami meyakini keutamaan dan kedekatan mereka kepada Allah dengan tetap meyakini ketidak mampuan mereka memberi kebaikan atau menolak keburukan kecuali atas izin Allah.
Praktek yang umum dalam Tabarruk dengan orang-orang sholih adalah Tabarruk dengan do’a-do’a mereka atau dengan mencium tangan mereka, menghabiskan sisa makanan atau minuman mereka dll.
Adapun diantara dalil/hujjah yang menjadi landasan praktek Tabarruk dengan cara diatas
Sebelum kami kemukakan dalil-dalil yang menjadi dasar/sandaran ummat Islam dalam ber-Tabarruk, perlu kiranya kami tegaskin disini tentang keyakinan kami ketika ber-Tabarruk :
Pertama : Bertabarruk dengan perantara orang-orang sholih, karena kami meyakini keutamaan dan kedekatan mereka kepada Allah dengan tetap meyakini ketidak mampuan mereka memberi kebaikan atau menolak keburukan kecuali atas izin Allah.
Praktek yang umum dalam Tabarruk dengan orang-orang sholih adalah Tabarruk dengan do’a-do’a mereka atau dengan mencium tangan mereka, menghabiskan sisa makanan atau minuman mereka dll.
Adapun diantara dalil/hujjah yang menjadi landasan praktek Tabarruk dengan cara diatas
Ketika Sahabat Rasulullah Curhat Pada Kuburan
Imam Al-Darimy menyatakan dalam kitabnya Al-Sunan (pada bab Penghormatan Allah SWT kepada Nabi Muhammad setelah wafat): “Diceritakan dari Abu Nu’man, dari Sa’id Ibn Zaid, dari ‘Amr lbn Malik Al-Bakari, dari Abu Al-Jauza’ Aus Ibn Abdillah, ia berkata, “Pada suatu ketika, penduduk Madinah ditimpa kemarau panjang yang mencekik, sehingga mereka mengadu kepada Aisyah ra”. Aisyah berkata: “Lihatlah kubur Nabi dan buatlah sebuah lubang yang tembus ke langit di atasnya, sehingga tidak ada atap antaranya dengan langit itu.” Lantas ~ demikian menurut para perawi hadits — merekapun melakukan saran Aisyah ra, dan lak lama kemudian hujan lurun dengan lebat; sehingga rerumputan tumbuh dengan seketika, dan onta menjadi gemuk (bahkan sampai pecah-pecah lantaran kelewat gemuk). Sehingga tahun itu kemudian disebut sebagai ‘Am Al-Fatq (tahun pecah-pecah).
(Sunan Darimy, jilid 1, halaman 43)
Inilah tawassul dengan kubur Nabi, yang semata-mata bukan dengan keadaannya sebagai kubur, tetapi kubur itu menyimpan jasad dari makhluk paling mulia di kolong jagad ini, seorang kekasih Allah.
Sehingga kuburan tersebut menjadi mulia lantaran menyimpan jasad tersebut, dan menjadi pantas disifatkan dengan sifat mulia.
Khalid Bin Walid, Pencinta Rasulullah, The Master of Ngalap Berkah
Imam Malik berkata, “Khalid bin Walid memiliki sebuah tutup
kepala yang berisi beberapa helai rambut Rasulullah SAW. Dengan itulah
ia bertabarruk dan selalu memenangkan perang, di antaranya adalah perang
Yarmuk.”
Padahal ketika itu jumlah pasukan muslim hanya 39.000 orang menghadapi Bizantium (romawi) yang berjumlah 240.000 pasukan. Masya Allah…
Di tengah perang yang sedang berkecamuk hebat, ketika penutup kepalanya terlepas karena tersabet pedang musuh, ia tak perduli dengan serangan orang kafir. Dia lebih khawatir kehilangan rambut sang Nabi… daripada kehilangan nyawanya sendiri.
Coba simak sepenuh hati video klip ini… Sebuah Video singkat yang begitu berkesan bagi para pecinta nabi di zaman ini. Sebuah kecintaan seseorang kepada Rasulullah SAW yang sedemikian besar melebihi nyawanya sendiri.
sering-sering kunjungi: ummatipress.com
Padahal ketika itu jumlah pasukan muslim hanya 39.000 orang menghadapi Bizantium (romawi) yang berjumlah 240.000 pasukan. Masya Allah…
Di tengah perang yang sedang berkecamuk hebat, ketika penutup kepalanya terlepas karena tersabet pedang musuh, ia tak perduli dengan serangan orang kafir. Dia lebih khawatir kehilangan rambut sang Nabi… daripada kehilangan nyawanya sendiri.
Coba simak sepenuh hati video klip ini… Sebuah Video singkat yang begitu berkesan bagi para pecinta nabi di zaman ini. Sebuah kecintaan seseorang kepada Rasulullah SAW yang sedemikian besar melebihi nyawanya sendiri.
sering-sering kunjungi: ummatipress.com
Subscribe to:
Posts (Atom)