Teroris Wahabi Serukan Penghancuran Piramida Mesir

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO-14/11/2012-Seorang warga Mesir yang mengklaim dirinya masih memiliki kaitan dengan Taliban, Murgan Salem al-Gohary, menyerukan penghancuran Sphinx dan Piramida Giza di Mesir.

Sudah dua kali Al Gohary dikirim ke penjara pada era Presiden Mubarak karena mempromosikan kekerasan. Ia mendesak Muslim menghancurkan seluruh patung yang dianggapnya berhala, di Mesir, terutama Piramida Giza dan Great Sphinx atau patung singa berkepala manusia.

Seruan itu disampaikan dalam wawancara pekan lalu di televisi Mesir, Dream TV, demikian lapor Al Arabiya seperti dilansir Huffington Post, Rabu, (14/11)

Alasan Al-Gohary, "Tuhan memerintahkan Nabi Muhammad menghancurkan berhala." ujarnya. "Ketika saya bersama Taliban saya menghancurkan patung-patung Budha, sesuatu yang luput dilakukan pemerintah."

Ucapan itu mengacu pada serangan Taliban yang meledakkan sepasang patung Budha dan menghancurkan figur-figur seni lain di Afghanistan pada 2001. Padahal simbol-simbol tadi terkait dengan sejarah panjang Budha di negara tersebut.

Wakil presiden Tunisia, Sheikh Abdel Fattah Moro, menelpon stasiun televisi tersebut untuk menantang intepretasi Al-Gohary mengenai Islam. Moro menuturkan komandan militer terkenal Amr ibn al-Aas tidak menghancurkan patung-patung ketika ia menaklukkan Mesir. Begitu pula ketika Sultan Shalahuddin menaklukkan Yerusalem, simbol-simbol agama lain tetap dirawat. "Jadi siapa anda merasa berhak melakukan itu." ujarnya.

"Rasul menghancurkan patung-patung karena orang menyembahnya, tapi Sphinx dan Piramida tidak disembah," ujarnya. Moro mengecam pandangan Al-gohary yang sempit.

Menteri Dalam Negeri Mesir menyatakan pejabat menanggapi serius seruan Al-Gohary untuk menghancurkan ikon negara itu. Kini mereka dilaporkan melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan terhadap pelanggaran atau perusakan fasilitas publik termasuk kekayaan arkeologi seperti piramida.

"Pemerintah mengambil langkah pencegahan yang diperlakukan untuk menghadapi setiap kemungkinan agresi terhadap piramida dan Sphinx," tulis Jerussalem Post

No comments:

Post a Comment