Seorang Muslim Yang Belajar Islam Langsung Dari Al-Qur'an Dan Hadits Pastilah Seorang Ahli Bid'ah Sayyi'ah. Sebab Rasulullah Telah Berwasiat untuk Berpegang Teguh Pada Alqur-an dan As-Sunnah Dengan Mengikuti Pemahaman Para Sahabat, Tabi'in, Tabi'ittabi'in. Bukan Pemahaman Diri Sendiri. Dan Beruntunglah Yang Bermadzhab Hanafi, Maliki, dan Syafi'i Yang Merupakan Imam Dari Kalangan Tabi'in dan Tabi'ittabi'in
STRATEGI TAKFIR - PENGKAFIRAN SESAMA MUSLIM
Di antara banyak strategi keji musuh-musuh Islam untuk menghancurkan
Islam, salah satu strategi yang mereka sukai adalah strategi takfiriah.
Yaitu strategi menggiring Muslimin saling mengkafirkan satu sama
lainnya. Takfiri menjadi ‘istimewa’ dan disukai musuh2 Islam karena:
1. Tidak memerlukan konfrontasi langsung, pengerahan pasukan, alokasi dana besar serta kerugian jiwa seperti invansi militer.
2. Musuh aman dari kemarahan umat Islam. Karena aksi adu domba
dilakukan di belakang layar dengan cara-cara rahasia. Takfiriah adalah
jalan pintas musuh Islam untuk mengubah energi umat Islam menjadi
kekuatan yang menikam dan membunuh umat Islam sendiri. Dengan maraknya
takfiriah, umat Islam akan berlomba untuk saling bunuh sesama saudaranya
sendiri.
3. Ikhtilaf dan pertikaian bermotif madzhab mudah dikesankan musuh
Islam sebagai sesuatu yang prinsipil dalam agama. Akibatnya masyarakat
awam yang kurang wawasan menganggap perselisihan ini sebagai ibadah suci
dan kewajiban agama. Mereka justru bangga menyerang saudaranya sendiri
karena dengan bertikai itu mereka merasa telah memenuhi kebutuhan
spiritualnya.
4. Takfiriah mudah disebarluaskan. Ketika masyarakat sudah tercekam
oleh suasana saling curiga dan tidak ada orang yang berupaya melakukan
penanggulangan, maka takfiriah akan menjadi virus yang mudah menyebar
dan bahkan menular secara merata dari genreasi ke generasi sehingga
sulit disembuhkan.
Karakteristik ‘istimewa’ takfiriah inilah yg menyebabkan strategi
keji dan licik ini sangat disukai oleh musuh-musuh Islam. Ironisnya,
banyak kaum Muslimin yg terjebak dalam arus besar takfirisme ini.
(Diambil dari buku: Gerakan Takfiri: Bahayanya Bagi Islam dan Kaum Muslimin, karya S.M. Mousavi)
_________________________________________
Judul asli dari beritaprotes.com
4 Alasan Musuh Islam Menyukai Strategi Takfiriah
Bukti Sahabat Rasulullah SAW, Hakim Syuraih dan Khalifah Ali adalah "Antek Yahudi"
Dalam kitab Subulus Salam,
karya al-Shan’ani dikisahkan, suatu hari, Khalifah Ali bin Abi Thalib
sedang berjalan-jalan di Kota Madinah. Ia memantau segala situasi dan
kondisi masyarakat Madinah. Tak disangka, saat itu ia melihat seseorang
sedang memakai baju besi.
Ali mengenali baju besi tersebut. Dirinya sangat yakin baju besi itu adalah miliknya yang telah hilang beberapa waktu sebelumnya saat Perang Shiffin.
Tanpa menunggu waktu, Khalifah Ali langsung mendatangi orang yang bersangkutan dan diketahui seorang Yahudi. Ali menyatakan baju besi itu adalah kepunyaannya.
Tentu saja kedatangan Khalifah Ali yang mendadak itu membuat si Yahudi ini kaget. “Baju besi ini kepunyaanku yang jatuh dari untaku (Awraq) saat Perang Shiffin,” kata Ali.
Si Yahudi menolak pernyataan Ali, dan ia pun mempertahankan baju besi yang dipegangnya dengan argumentasi yang meyakinkan. “Tidak, baju besi ini milikku,” kata dia.
Ali mengenali baju besi tersebut. Dirinya sangat yakin baju besi itu adalah miliknya yang telah hilang beberapa waktu sebelumnya saat Perang Shiffin.
Tanpa menunggu waktu, Khalifah Ali langsung mendatangi orang yang bersangkutan dan diketahui seorang Yahudi. Ali menyatakan baju besi itu adalah kepunyaannya.
Tentu saja kedatangan Khalifah Ali yang mendadak itu membuat si Yahudi ini kaget. “Baju besi ini kepunyaanku yang jatuh dari untaku (Awraq) saat Perang Shiffin,” kata Ali.
Si Yahudi menolak pernyataan Ali, dan ia pun mempertahankan baju besi yang dipegangnya dengan argumentasi yang meyakinkan. “Tidak, baju besi ini milikku,” kata dia.
Wahabi Tolak ISIS Ibarat Ibu Buang Anak Kandung
nilah bukti akurat bahwa buku At-Tauhid, karya pendiri Wahabi, Muhammad bin Abdul Wahhab an-Najdi, telah disebarkan oleh ISIS di Aleppo, Suriah. Di sampul masing-masing buku tersebut tertulis Ad-Daulah Al-Islamiyyah Fil Al-’Iraq was Syam (ISIS), Wilayah Halab (Aleppo), daerah Al-Bab.
Masih adakah simpatisan ISIS di Indonesia yang coba-coba mengelak dengan mendasarkan klaimnya atas fatwa bohong mufti Wahabi Saudi bahwa ISIS merupakan musuh nomor satu mereka dan bukan bagian dari Wahabi? Bukankah dalam hal kebiadaban, kekejian, kebengisan dan keganasan, ISIS ini setali tiga uang alias serupa Wahabi pada awal berdirinya, saat dipimpin Muhammad bin Abdil Wahhab an-Najdi, ketika dia dan keluarganya sedang membangun dinasti Saud?
Mau membantah dengan cara apa lagi?
Inikah cara Ibu Wahabi tak mau akui anak keduanya ISIS kini, seperti penolakannya pada anak sulungnya, Al Qaeda, dulu?
Mengantar Jenazah Dengan LAA ILAAHA ILLALLAH
Umat
Islam saat mengantarkan jenazah membaca dzikir-dzikir atau kalimat
thayyibah "Laa Ilaaha Ilallah" untuk 'merahmati' saudara muslimnya yang
meninggal dunia. Kebiasaan ini juga telah dilakukan oleh para ulama Ahli
hadits sejak dahulu kala.
Al-Hafidz adz-Dzahabi dan al-Hafidz Ibnu Asakir didalam kitabnya menceritakan bagaimana para ulama hadits membacakan takbir dan tahlil sebagai bentuk menampakkan sunnah saat ada seorang ulama lainnya wafat.
Berikut yang ditulis didalam kitab keduanya:
تُوُفِّيَ شَيْخُنَا أَبُوْ مُحَمَّدٍ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنِ عُثْمَانَ بْنِ الْقَاسِمِ بْنِ مَعْرُوْفِ بْنِ أَبِي نَصْرٍ رَحِمَهُ اللهُ يَوْمَ اْلأَرْبِعَاءِ الثَّانِي مِنْ جُمَادَى الْآخِرَةِ بَعْدَ الظُّهْرِ مِنْ سَنَةِ عِشْرِيْنَ وَأَرْبَعِمِائَةٍ وَدُفِنَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ بَعْدَ الظُّهْرِ وَلَمْ أَرَ جَنَازَةً كَانَتْ أَعْظَمَ مِنْهَا كَانَ بَيْنَ يَدَيْهِ جَمَاعَةٌ مِنْ أَصْحَابِ الْحَدِيْثِ يُهَلِّلُوْنَ وَيُكَبِّرُوْنَ وَيُظْهِرُوْنَ السُّنَّةَ وَحَضَرَ جَنَازَتَهُ جَمِيْعُ أَهْلِ الْبَلَدِ (سير أعلام النبلاء - ج 17 / ص 367 تاريخ دمشق - ج 35 / ص 103)
“Guru kami meninggal, yaitu Abu Muhammad bin Abdurrahman bin Utsman bin Qasim bin Ma’ruf bin Abi Nashr, rahimahullah, pada hari Rabu kedua bulan Jumada Akhir setelah Dzuhur, tahun 420 H, dimakamkan di hari Kamis setelah Dzuhur. Saya tidak melihat janazah yang lebih besar darinya. Di depan janazah ada banyak jamaah dari ulama Hadis, yang membaca Tahlil dan Takbir serta menampakkan sunah. Janazahnya dihadiri semua penduduk negeri” (Siyar A’lam an-Nubala 17/367 dan Tarikh Dimasyqi 35/103)
Oleh : Ustadz Muhammad Ma'ruf Khozin
Al-Hafidz adz-Dzahabi dan al-Hafidz Ibnu Asakir didalam kitabnya menceritakan bagaimana para ulama hadits membacakan takbir dan tahlil sebagai bentuk menampakkan sunnah saat ada seorang ulama lainnya wafat.
Berikut yang ditulis didalam kitab keduanya:
تُوُفِّيَ شَيْخُنَا أَبُوْ مُحَمَّدٍ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنِ عُثْمَانَ بْنِ الْقَاسِمِ بْنِ مَعْرُوْفِ بْنِ أَبِي نَصْرٍ رَحِمَهُ اللهُ يَوْمَ اْلأَرْبِعَاءِ الثَّانِي مِنْ جُمَادَى الْآخِرَةِ بَعْدَ الظُّهْرِ مِنْ سَنَةِ عِشْرِيْنَ وَأَرْبَعِمِائَةٍ وَدُفِنَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ بَعْدَ الظُّهْرِ وَلَمْ أَرَ جَنَازَةً كَانَتْ أَعْظَمَ مِنْهَا كَانَ بَيْنَ يَدَيْهِ جَمَاعَةٌ مِنْ أَصْحَابِ الْحَدِيْثِ يُهَلِّلُوْنَ وَيُكَبِّرُوْنَ وَيُظْهِرُوْنَ السُّنَّةَ وَحَضَرَ جَنَازَتَهُ جَمِيْعُ أَهْلِ الْبَلَدِ (سير أعلام النبلاء - ج 17 / ص 367 تاريخ دمشق - ج 35 / ص 103)
“Guru kami meninggal, yaitu Abu Muhammad bin Abdurrahman bin Utsman bin Qasim bin Ma’ruf bin Abi Nashr, rahimahullah, pada hari Rabu kedua bulan Jumada Akhir setelah Dzuhur, tahun 420 H, dimakamkan di hari Kamis setelah Dzuhur. Saya tidak melihat janazah yang lebih besar darinya. Di depan janazah ada banyak jamaah dari ulama Hadis, yang membaca Tahlil dan Takbir serta menampakkan sunah. Janazahnya dihadiri semua penduduk negeri” (Siyar A’lam an-Nubala 17/367 dan Tarikh Dimasyqi 35/103)
Oleh : Ustadz Muhammad Ma'ruf Khozin
Ngalap Berkah - Tabarruk Di Malam Isra' Mi'raj Yang Diajarkan Malaikat Jibril dan Rasulullah SAW
Di bawah pohon tempat dahulu Nabi Musa beristirahat setelah dikejar-kejar tentara fir'aun, Jibril memerintahkan Rasulullah SAW untuk melakukan shalat, dan Rasulullah SAW pun shalat.
Di gunung Thursina tempat Nabi Musa bercakap menerima kalam Allah, Jibril memerintahkan Rasulullah SAW untuk melakukan shalat, dan Rasulullah SAW pun shalat.
Di Baitul-Lahmi tempat Nabi Isa dilahirkan, Jibril memerintahkan Rasulullah SAW untuk melakukan shalat, dan Rasulullah SAW pun shalat.
-kutipan perjalanan isra' dari Masjid Al-Haram menuju Masjid Al-Aqsha -
by Habib Ahmad Bin Nauvel Bin Salim Bin Jindan, Majelis Rasulullah SAW
=======================================
Aqidah Ahlussunnah Wal Jama'ah = Mendatangi tempat-tempat yang pernah ditempati/didatangi oleh orang shaleh (bekas orang shaleh), kemudian beribadah dan berdoa disitu adalah sangat dianjurkan, sebagaimana Allah telah mengutus Jibril dan memerintahkan Rasulullah SAW untuk Shalat di tempat yang pernah menjadi tempat Nabi Musa dan Nabi Isa, padahal Nabi Muhammad SAW adalah paling mulianya Nabi dan Utusan Allah.
Yang seperti ini sering disebut Tabarruk atau Ngalap Berkah.
Namun sekte "firqah wahabi" sangat tidak suka dengan kebiasaan seperti itu, sehingga banyak tempat-tempat yang pernah dikunjungi orang shaleh yang dihancurkan. bahkan Gua Uhud yang pernah menjadi tempat istirahat dan persembunyian Rasulullah SAW dijadikan tempat pembuangan kotoran oleh mereka.
Gua Uhud Tetap Wangi Walaupun dijadikan Tempat Pembuangan Kotoran oleh Firqah Wahabi
Di gunung Thursina tempat Nabi Musa bercakap menerima kalam Allah, Jibril memerintahkan Rasulullah SAW untuk melakukan shalat, dan Rasulullah SAW pun shalat.
Di Baitul-Lahmi tempat Nabi Isa dilahirkan, Jibril memerintahkan Rasulullah SAW untuk melakukan shalat, dan Rasulullah SAW pun shalat.
-kutipan perjalanan isra' dari Masjid Al-Haram menuju Masjid Al-Aqsha -
by Habib Ahmad Bin Nauvel Bin Salim Bin Jindan, Majelis Rasulullah SAW
=======================================
Aqidah Ahlussunnah Wal Jama'ah = Mendatangi tempat-tempat yang pernah ditempati/didatangi oleh orang shaleh (bekas orang shaleh), kemudian beribadah dan berdoa disitu adalah sangat dianjurkan, sebagaimana Allah telah mengutus Jibril dan memerintahkan Rasulullah SAW untuk Shalat di tempat yang pernah menjadi tempat Nabi Musa dan Nabi Isa, padahal Nabi Muhammad SAW adalah paling mulianya Nabi dan Utusan Allah.
Yang seperti ini sering disebut Tabarruk atau Ngalap Berkah.
Namun sekte "firqah wahabi" sangat tidak suka dengan kebiasaan seperti itu, sehingga banyak tempat-tempat yang pernah dikunjungi orang shaleh yang dihancurkan. bahkan Gua Uhud yang pernah menjadi tempat istirahat dan persembunyian Rasulullah SAW dijadikan tempat pembuangan kotoran oleh mereka.
Gua Uhud Tetap Wangi Walaupun dijadikan Tempat Pembuangan Kotoran oleh Firqah Wahabi
Tabarruk Dengan Makam Orang Shalih Dalam Madzhab Hanbali
سَأَلْتُهُ عَنِ الرَّجُلِ يَمَسُّ مِنْبَرَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم
وَيَتَبَرَّكُ بِمَسِّهِ وَيُقَبِّلُهُ وَيَفْعَلُ بِالْقَبْرِ مِثْلَ
ذَلِكَ أَوْ نَحْوَ هَذَا يُرِيْدُ بِذَلِكَ التَّقَرُّبَ إِلىَ اللهِ
جَلَّ وَعَزَّ فَقَالَ : لاَ بَأْسَ بِذَلِكَ
(3243) Aku bertanya kepada ayahanda, al-Imam Ahmad bin Hanbal, tentang seorang laki-laki mengusap mimbar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bermaksud tabarruk dengan mengusapnya itu, ia mencium mimbar itu, dan melakukan hal yang sama terhadap makam Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam atau yang seperti itu dengan maksud ber-taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah - jalla wa ‘azza. Beliau menjawab: “Boleh/tidak apa”. (Al-Imam Ahmad bin Hanbal, al-‘Ilal wa Ma’rifah al-Rijal, juz 2 halaman 492).
Meskipun Imam Ahmad membolehkan, namun sebagian mereka yang mengklaim sebagai pengikut Madzhab Imam Ahmad (madzhab resmi saudi arabia) tetap tidak setuju. Mereka menggunakan akal pikirannya sendiri.
Ulama' panutan Wahabi seperti Ibnu Taimiyah dan Bin Bazz mengkafirkan orang yang yang bertabarruk.
---------------------
bacaan kitab online:
dikutip dari:
Saat ini Tuhanmu Menghadap ke Arah Mana?
Muslimedianews.com ~
Suatu ketika, al-Imam Abu Hanifah an-Nu’man di datangi sekelompok orang
yang tidak meyakini adanya Tuhan. Mereka mendatangi beliau dengan maksud
hendak mengajak beliau untuk berdebat.
“Sejak kapan Tuhanmu ada?”, tanya salah seorang atheis.
“Allah Ada sebelum adanya sejarah dan waktu, Dia ada tanpa ada permulaan”, Jawab Imam Abu Hanifah.
Beliau melanjutkan; “Apa yang ada sebelum empat?”.
“tiga”, jawab mereka.
“Apa sebelum tiga?”.
“dua”, jawab mereka.
“apa sebelum dua?”.
“Sejak kapan Tuhanmu ada?”, tanya salah seorang atheis.
“Allah Ada sebelum adanya sejarah dan waktu, Dia ada tanpa ada permulaan”, Jawab Imam Abu Hanifah.
Beliau melanjutkan; “Apa yang ada sebelum empat?”.
“tiga”, jawab mereka.
“Apa sebelum tiga?”.
“dua”, jawab mereka.
“apa sebelum dua?”.
Ketika Al-Habib Umar Bin Hafidz BSA Lebih Memilih Janda
Muslimedianews ~ Dikisahkan
bahwa ketika al-Habib Umar bin Hafidz telah berusia 25 tahun dan sudah
siap untuk menikah, Sang Guru yaitu al-Imam al-Habib Muhammad bin
Abdullah al-Haddar pun memberikan tawaran kepada al-Habib Umar untuk
menikah dengan salah satu putrinya.
Al-Habib Umar pun disuruh untuk memilih salah satu di antara dua putri Sang Guru. Pilihan pertama adalah putri beliau yang masih muda dan perawan. Dan pilihan kedua adalah putri beliau yang sudah berstatus janda. Tanpa pikir panjang, al-Habib Umar pun memilih putri gurunya itu yang sudah berstatus janda.
Ketika Sang Guru menanyakan apa yang menyebabkannya menentukan pilihan itu,
Al-Habib Umar pun disuruh untuk memilih salah satu di antara dua putri Sang Guru. Pilihan pertama adalah putri beliau yang masih muda dan perawan. Dan pilihan kedua adalah putri beliau yang sudah berstatus janda. Tanpa pikir panjang, al-Habib Umar pun memilih putri gurunya itu yang sudah berstatus janda.
Ketika Sang Guru menanyakan apa yang menyebabkannya menentukan pilihan itu,
Rodja TV Takut Dengan Ust Muhammad Idrus Ramli
Muslimedianews.com ~ Belakangan ini jejaring sosial ramai soal
ustadz Wahhabi bernama Firanda Andirja yang menyatakan kesiapannya untuk
berdialog dengan ustadz Aswaja. (Baca: Firanda Andirja (Ustadz Wahhabi) Nyatakan Siap Dialog dengan Ustadz Aswaja dan baca juga : Lanjut Firanda Versus Aswaja, Firanda Sewot Menuduh Ust Idrus Ramli Berdusta).
Bersedia Dialog, Asal Bukan Dengan Ust. Idrus Ramli
Ada sebuah kabar menarik terkait dengan Rodja TV dan pihak Aswaja. Menurut sumber yang dapat dipercaya, pada mulanya Rodja TV telah bersedia berdialog terbuka dengan pihak Aswaja, tapi mereka mengatakan asalkan bukan Ustadz Muhammad Idrus Ramli yang mewakili Aswaja.
Saat itu, ketika Rodja TV mengetahui kabar bahwa yang mewakili Aswaja adalah Ust Muhammad Idrus Ramli, maka Salafy-Wahhabi pun saling melempar sesama mereka untuk berhadapan dengan Ust. Idrus Ramli hingga tidak ada kejelasan mengenai hal tersebut. Terus berlarut-larut hingga saat ini.
Bersedia Dialog, Asal Bukan Dengan Ust. Idrus Ramli
Ada sebuah kabar menarik terkait dengan Rodja TV dan pihak Aswaja. Menurut sumber yang dapat dipercaya, pada mulanya Rodja TV telah bersedia berdialog terbuka dengan pihak Aswaja, tapi mereka mengatakan asalkan bukan Ustadz Muhammad Idrus Ramli yang mewakili Aswaja.
Saat itu, ketika Rodja TV mengetahui kabar bahwa yang mewakili Aswaja adalah Ust Muhammad Idrus Ramli, maka Salafy-Wahhabi pun saling melempar sesama mereka untuk berhadapan dengan Ust. Idrus Ramli hingga tidak ada kejelasan mengenai hal tersebut. Terus berlarut-larut hingga saat ini.
Akhlak Seorang Ulama Terhadap yang Munyusahkan dan Memusuhinya
Muslimedianews ~ Dikisahkan
oleh salah seorang guru kami, al-‘Allamah al-Habib Muhammad bin Alwi bin
Shahab di masa penjajahan komunis terhadap Yaman, ada seorang yang
bertugas membantu komunis yang sangat jahat kepada beliau. Sengaja
selalu menyusahkan al-Habib Muhammad bin Alwi bin Shihab. Beliau disuruh
olehnya menjadi tahanan kota, harus melapor setiap har. Kalau sudah
lapor harus tulis dan ambil buku sendiri, semuanya serba dipersulit.
Hingga akhirnya si petugas komunis tersebut jatuh sakit parah sampainya
akhirnya wafat dan meninggal dunia.
Saudara dari petugas yang membantu komunis berpikir seraya bergumam: “Maunya saya sih yang menshalati jenazahnya adalah al-Habib Muhammad bin Alwi bin Shahab, tapi saya tahu nih, saya punya saudara sangat jahat sekali kepada al-Habib Muhammad bin Alwi. Apa al-Habib Muhammad bin Alwi mau?”
Maka datanglah ia ke rumah al-Habib Muhammad bin Alwi. Tatkala ia sampai di rumah al-Habib Muhammad bin Alwi ia ditanya: “Wahai fulan, tidak biasanya engkau datang, apakah ada sesuatu yang terjadi?”
“Wahai Habib, saya punya saudara, kakak saya (si pengganggu itu) meninggal dunia. Saya memohon engkau untuk berkenan menshalatkannya.” Jawabnya.
“Ooh. Baik saya akan menshalatkannya. Dan bukan itu saja, saya akan datang ke rumahnya dulu untuk menshalatkan jenazahnya. Baru setelah itu mari sama-sama pergi untuk menshalatkannya di masjid.” Ucap al-Habib Muhammad bin Alwi.
Baru kali ini didengar olehnya jawaban sebegitu indah dari al-Habib Muhammad bin Alwi ini, padahal sebelumnya ia mengira al-Habib Muhammad tak akan berucap seperti itu. Baru saja ia akan berkata-kata, al-Habib Muhammad mendahului: “Stop, tunggu dulu sebentar!”
Lalu beliau masuk ke dalam untuk mengambil uang. Al-Habib Muhammad bin Alwi berkata kepadanya: “Ini uang, mungkin di rumah tidak ada apa-apa untuk mengurusi jenazahnya. Ini uang dari saya untuk membantu.”
Coba lihat, tidak ada kesombongan, tidak ada ujub, tidak ada kebencian dan tidak ada sedikitpun sifat hasud di hati al-Habib Muhammad bin Alwi bin Shahab. (Kutipan taushiyah al-Habib Umar bin Hafidz yang diterjemahkan oleh al-Habib Jindan bin Novel bin Jindan).
Ket. foto: Al-Habib Abdullah bin Muhammad bin Alwi bin Shahab bersama Al-Habib Umar bin Hafidz.
Sya’roni As-Samfuriy, Cilangkap Jaktim 10 Desember 2013
Saudara dari petugas yang membantu komunis berpikir seraya bergumam: “Maunya saya sih yang menshalati jenazahnya adalah al-Habib Muhammad bin Alwi bin Shahab, tapi saya tahu nih, saya punya saudara sangat jahat sekali kepada al-Habib Muhammad bin Alwi. Apa al-Habib Muhammad bin Alwi mau?”
Maka datanglah ia ke rumah al-Habib Muhammad bin Alwi. Tatkala ia sampai di rumah al-Habib Muhammad bin Alwi ia ditanya: “Wahai fulan, tidak biasanya engkau datang, apakah ada sesuatu yang terjadi?”
“Wahai Habib, saya punya saudara, kakak saya (si pengganggu itu) meninggal dunia. Saya memohon engkau untuk berkenan menshalatkannya.” Jawabnya.
“Ooh. Baik saya akan menshalatkannya. Dan bukan itu saja, saya akan datang ke rumahnya dulu untuk menshalatkan jenazahnya. Baru setelah itu mari sama-sama pergi untuk menshalatkannya di masjid.” Ucap al-Habib Muhammad bin Alwi.
Baru kali ini didengar olehnya jawaban sebegitu indah dari al-Habib Muhammad bin Alwi ini, padahal sebelumnya ia mengira al-Habib Muhammad tak akan berucap seperti itu. Baru saja ia akan berkata-kata, al-Habib Muhammad mendahului: “Stop, tunggu dulu sebentar!”
Lalu beliau masuk ke dalam untuk mengambil uang. Al-Habib Muhammad bin Alwi berkata kepadanya: “Ini uang, mungkin di rumah tidak ada apa-apa untuk mengurusi jenazahnya. Ini uang dari saya untuk membantu.”
Coba lihat, tidak ada kesombongan, tidak ada ujub, tidak ada kebencian dan tidak ada sedikitpun sifat hasud di hati al-Habib Muhammad bin Alwi bin Shahab. (Kutipan taushiyah al-Habib Umar bin Hafidz yang diterjemahkan oleh al-Habib Jindan bin Novel bin Jindan).
Ket. foto: Al-Habib Abdullah bin Muhammad bin Alwi bin Shahab bersama Al-Habib Umar bin Hafidz.
Sya’roni As-Samfuriy, Cilangkap Jaktim 10 Desember 2013
Muslimedianews ~ Syaikh Hasan
Jabar, beliau adalah guru besar, dosen tafsir dan ilmu Tafsir di
Universitas al-Azhar serta pengajar di Masjid al-Azhar.
Syaikh Hasan Jabar pada kuliahnya di Masjid al-Azhar hari Ahad kemarin memberikan penjelasan yang ciamik perihal bacaan al-Quran yang dihadiahkan kepada mayyit. Berikut percakapan beliau dengan kami para muridnya.
Syaikh Hasan Jabar: “Semua orang mati itu dikatakan mayyit kan? Baik yang sudah dikubur maupun yang hendak dikubur?”
Kami: “Iya, Syaikh.”
Syaikh Hasan Jabar: “Bukankah Rasulullah Saw. melakukan shalat Jenazah?”
Kami: “Iya, Rasulullah Saw. melakukannya.”
Syaikh Hasan Jabar: “Takbir pertama saat shalat Jenazah, apa yang dibaca?”
Syaikh Hasan Jabar pada kuliahnya di Masjid al-Azhar hari Ahad kemarin memberikan penjelasan yang ciamik perihal bacaan al-Quran yang dihadiahkan kepada mayyit. Berikut percakapan beliau dengan kami para muridnya.
Syaikh Hasan Jabar: “Semua orang mati itu dikatakan mayyit kan? Baik yang sudah dikubur maupun yang hendak dikubur?”
Kami: “Iya, Syaikh.”
Syaikh Hasan Jabar: “Bukankah Rasulullah Saw. melakukan shalat Jenazah?”
Kami: “Iya, Rasulullah Saw. melakukannya.”
Syaikh Hasan Jabar: “Takbir pertama saat shalat Jenazah, apa yang dibaca?”
Para Sahabat Ngalap Berkah Agar Makanannya Didoakan Rasulullah SAW, Kenapa Gak Doa Langsung Saja Doa Sendiri Kepada Allah?
Abu Hurairah berkata, "Saat perang Tabuk, tentara muslimin mengalami kelaparan.
'Wahai Rasulullah, sekiranya tuan izinkan kami untuk menyembelih unta kami, sehingga kami bisa memakan dagingnya dan menggunakan lemaknya sebagai minyak (melapisi kulit, untuk menjaga dari terik panas)? ' Rasulullah SAW menjawab: 'Lakukanlah.'
Abu Hurairah berkata, "Lalu datanglah Umar seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, jika itu engkau lakukan, maka (kendaraan) punggung unta akan habis! sebaiknya engkau minta sisa makanan mereka yang masih ada kemudian tuan doakan, semoga Allah memberikan keberkahan padanya.'
Rasulullah SAW lalu bersabda: "Baiklah." Kemudian beliau minta hamparan (terbuat dari kulit), setelah menggelarnya, beliau meminta sisa-sisa makanan mereka yang masih tersisa."
Abu Hurairah melanjutkan, "Lalu ada seorang laki-laki yang datang dengan
Kementrian Agama Mesir Cabut Izin 55.000 Imam Masjid Wahabi
Mosleminfo, Kairo—
Pasca lengsernya mantan presiden Mesir Mohamed Morsi, peran Al-Azhar
kembali diaktifkan. Selama pemerintahan Morsi para ulama Al-Azhar
dimandulkan, sehingga sektor-sektor keagamaan yang selama ini selalu di
bawah kontrol Al-Azhar, dikendalikan oleh kalangan Ikhwanul Muslimin dan
Salafi. Demi merealisasikan Islam yang moderat di Mesir, Kementerian
Agama Mesir secara cermat akan melakukan pemilihan para imam di
masjid-masjid Mesir. Kemenag tidak akan memberi izin para imam yang
tidak berafiliasi kepada Al-Azhar yang merupakan simbol dan institusi
agama Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai moderat di dalam Islam.
Dr.
Mohamed Mokhtar Gomah, Menteri Agama Mesir, telah mengumumkan
pencabutan lisensi lebih dari 55.000 imam yang digaji oleh Kementerian.
Lisensi para imam akan dianggap kadaluarsa jika tidak diperbarui dua
bulan sejak tanggal penerimaannya. Menag juga mengumumkan larangan untuk
shalat Jumat melainkan di masjid agung. Shalat Jumat dilarang untuk
dilaksanakan di masjid-masjid kecil.
“Masjid yang
ukurannya kurang dari 80 meter tidak boleh digunakan untuk menunaikan
shalat Jumat, kecuali setelah mendapatkan lisensi resmi dari perwakilan
Kementerian,” tegas Gomah.
“Pembaruan lisensi dilakukan
dengan cara mengajukan permohonan pembaruan dengan menyerahkan lisensi
asli sebelumnya dan fotokopi ijazah Al-Azhar atau sekolahan Islam yang
berada di bawah naungan Kementerian Agama yang jumlahnya mencapai 19
sekolahan,” tambah Gomah dalam jumpa pers hari Senin (9/9) kemarin
sebagaimana dilansir oleh harian masyriyoum.
Gomah juga
menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengakui ijazah sekolahan yang
tidak patuh kepada Kementerian dalam pemilihan kepala sekolah dan
guru-gurunya, serta tidak mau menggunakan kurikulum Kementerian dan
buku-buku yang diterbitkannya.
Redaktur: Abdullah @http://www.mosleminfo.com/
Ngalap Berkah Dengan Berkunjung ke Saudara Sesama Muslim (ibnu majah 1432)
Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah berkata, telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Al Hakam dari 'Abdurrahman bin Abu Laila dari Ali ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mengunjungi saudaranya sesama muslim maka seakan ia berjalan di bawah pepohonan surga hingga ia duduk, jika telah duduk maka rahmat akan melingkupinya. Jika mengunjunginya di waktu pagi, maka tujuh puluh ribu malaikat akan bershalawat kepadanya hingga sore hari, dan jika ia mengunjunginya di waktu sore, maka tujuh puluh ribu malaikat akan bershalawat kepadanya hingga pagi hari. " (Sunan Ibnu Majah 1432)
Gaya Dzikir Yang Pahalanya Seperti Pahala Haji dan Umrah
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Mu'awiyah Al Jumahi Al Bashri telah menceritakan kepada kami Abdul 'Aziz bin Muslim telah menceritakan kepada kami Abu Zhilal dari Anas bin Malik dia berkata, Rasulullah SAW berkata: "Barang siapa yang shalat subuh berjama'ah kemudian duduk berdzikir sampai matahari terbit yang dilanjutkan dengan shalat dua raka'at, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah." dia (Sahabat Anas Bin Malik) berkata, Rasulullah bersabda: "Sempurna, sempurna, sempurna."
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاوِيَةَ الْجُمَحِيُّ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا أَبُو ظِلَالٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ
Sunan Imam Tirmidzy 535
Ngalap Berkah Yang Bagus di Pagi Hari
Rasulullah SAW berdoa: "ALLAHUMMA BAARIK LI UMMATII FII BUKUURIHAA (Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada ummatku pada waktu pagi buta." Rasulullah SAW jika mengutus ekspedisi atau pasukan, beliau mengutus mereka pada waktu pagi hari.
Shakhr adalah seorang pedagang, jika ia mengirim barang dagangan, ia mengirimnya pada pagi hari, lalu ia meraih keuntungan dan bertambah banyak hartanya. Ia mengatakan; Dalam hal ini ada hadits serupa dari Ali, Ibnu Mas'ud, Buraidah, Anas, Ibnu Umar, Ibnu Abbas dan Jabir. Abu Isa berkata; Hadits Shakhr Al Ghamidi adalah hadits hasan dan kami tidak mengetahui hadits Shakhr Al Ghamidi dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam selain hadits ini dan Sufyan Ats Tsauri meriwayatkan hadits ini dari Syu'bah dari Ya'la bin 'Atha`.
Harian Arab Saudi: Wahabi Akan Hancurkan Makam Rasulullah SAW
HARIAN di Arab Saudi membuka kembali berita mengejutkan, yang menyatakan bahwa Wahabi Saudi ingin menghancurkan makam Nabi Muhammad SAW .
Paham Wahabi yang mendominasi Arab Saudi menegaskan berziarah kubur, apalagi sampai mengkultuskan seseorang, hukumnya haram menurut syariat Islam.
Oleh sebab itu, sejumlah ulama mereka meminta makam Nabi Muhammad di dalam Masjid Nabawi di Kota madinah, dihancurkan.
The Independent melaporkan, lima tahun lalu, beredar selebaran dari Kementerian Urusan Islam
Paham Wahabi yang mendominasi Arab Saudi menegaskan berziarah kubur, apalagi sampai mengkultuskan seseorang, hukumnya haram menurut syariat Islam.
Oleh sebab itu, sejumlah ulama mereka meminta makam Nabi Muhammad di dalam Masjid Nabawi di Kota madinah, dihancurkan.
The Independent melaporkan, lima tahun lalu, beredar selebaran dari Kementerian Urusan Islam
Doa Pasti Dikabulkan (Shahih Bukhari)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ مَوْلَى ابْنِ أَزْهَرَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي
Rasulullah SAW: "Doa kalian akan dikabulkan asalkan tidak terburu-buru, dengan berkata; 'Aku telah berdo'a, namun kok tidak dikabulkan ya.'"
Shahih Bukhari Hadits No. 5865
Telah menceritakan kepadaku Abu Ath Thahir telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku Mu'awiyah bin Shalih dari Rabi'ah bin Yazid dari Abu Idris Al Khaulani dari Abu Hurairah. Rasulullah SAW bersabda: "Doa seseorang pasti akan dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk perbuatan dosa ataupun untuk memutuskan tali silaturahmi dan tidak tergesa-gesa." Seorang sahabat bertanya; 'Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan tergesa-gesa? ' Rasulullah SAW menjawab: 'Yang dimaksud dengan tergesa-gesa adalah apabila orang yang berdoa itu mengatakan; 'Aku telah berdoa dan terus berdoa tetapi belum juga dikabulkan'. Setelah itu, ia merasa putus asa dan tidak pernah berdoa lagi.'
(Shahih Muslim - 4918)
Shahih Bukhari Hadits No. 5865
حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي مُعَاوِيَةُ وَهُوَ ابْنُ صَالِحٍ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الِاسْتِعْجَالُ قَالَ يَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِي فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ
Telah menceritakan kepadaku Abu Ath Thahir telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku Mu'awiyah bin Shalih dari Rabi'ah bin Yazid dari Abu Idris Al Khaulani dari Abu Hurairah. Rasulullah SAW bersabda: "Doa seseorang pasti akan dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk perbuatan dosa ataupun untuk memutuskan tali silaturahmi dan tidak tergesa-gesa." Seorang sahabat bertanya; 'Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan tergesa-gesa? ' Rasulullah SAW menjawab: 'Yang dimaksud dengan tergesa-gesa adalah apabila orang yang berdoa itu mengatakan; 'Aku telah berdoa dan terus berdoa tetapi belum juga dikabulkan'. Setelah itu, ia merasa putus asa dan tidak pernah berdoa lagi.'
(Shahih Muslim - 4918)
Ngalap Berkah Dengan Mendoakan Saudara: Agar Malaikat Mendoakan Kita
Rasulullah SAW berkata: "Barangsiapa yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) yang tidak berada didekatnya, melainkan malaikat akan berkata; 'Amiin dan bagimu kebaikan yang sama.' Shahih Muslim 4913
حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ سَرْوَانَ الْمُعَلِّمُ حَدَّثَنِي طَلْحَةُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ كَرِيزٍ قَالَ حَدَّثَتْنِي أُمُّ الدَّرْدَاءِ قَالَتْ حَدَّثَنِي سَيِّدِي أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ دَعَا لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ
Subscribe to:
Posts (Atom)



